Langsung ke konten utama

Seorang Nelayan Pulang Melaut Temukan mayat Di Pantai Sederhana

Cikarangnetnews - Bekasi Jawa Barat Warga desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong digegerkan dengan penemuan sesosok jasad pria tanpa identitas mengambang tersangkut di antar ranting pohon mangrove di Kampung Muarakuntul RT 02 RW 05, desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Minggu (19/12/2021).

Jasad pria tersebut pertama kali ditemukan oleh dua orang nelayan setempat yang baru saja pulang melaut, Wara dan Inan, melihat ada sesosok jasad yang mengambang dan tersangkut di ranting-ranting pohon mangrove dalam posisi tengkurap.

Kapolsek Muaragembong AKP Bagus Susanto menuturkan, jasad tersebut saat ditemukan hanya menggunakan kemeja warna hitam dan celana dalam berwarna coklat, diperkirakan berusia 48 tahun.

“Kami menerima laporan, bahwa ada sesosok mayat yang ditemukan nelayan mengambang di laut dan tersangkut di akar atau ranting mangrove. Personil langsung kelokasi dan melakukan evakuasi serta identifikasi mayat tersebut” jelasnya kepada kilat.com.

Kata Bagus, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada jasad pria tersebut, diduga korban tenggelam lantaran tidak bisa berenang, serta tidak ada satu pun identitas yang ditemukan dari tubuh korban.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dugaan kami sementara korban tenggelam karna memang tidak bisa berenang” ujarnya.

Kapolsek Muaragembong juga meminta kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor ke Mapolsek Muaragembong. Guna dilakukan otopsi dan untuk mengungkap identitasnya, jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi. (Cikarangnetnews)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Cekoki Miras Siswi SMK Di Gilir Empat Pemuda

Cikarangnetnews -    KARAWANG – Dipaksa meminum minuman keras (miras), seorang siswi sekolah menengah (SMK) dicabuli secara bergiliran oleh empat pemuda di salah satu rumah pelaku di daerah Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang. “Kita telah menangkap pelaku kasus pencabulan secara bergiliran. Ketiga pelaku diantaranya yakni HR (18), EP (20), HS (28). Seorang pelaku berinisial B masih dikejar,” kata Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono melalui Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana kepada KBE, Minggu (12/12/21). Oliestha mengatakan, peristiwa tersebut bermula HR membawa korban ke rumah pelaku EP. Kemudian korban didorong hingga korban terjatuh ke kasur lantai. Usai terjatuh dan korban dicabuli HS kemudian secara bergiliran dilanjutkan oleh pelaku B, EP dan HS. “Melancarkan aksinya para pelaku melakukan modusnya, memaksa korban meminum minuman keras (miras),” ungkapnya. Menurut Oliestha, peristiwa ini terungkap setelah, korban tidak pulang-pul...

PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi Mengusung Rieke Diah Pitaloka Maju Sebagai Calon Bupati Di Pilkada 2024

Matacameranews.blogspot.Com -  Bekasi – PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi usung Rieke Diah Pitaloka akan maju Sebagai Calon Bupati Kabupaten Bekasi pada Pilkada 2024 mendatang. Hal tersebut yang diungkapkan langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Soleman saat ditemui di acara pembekalan saksi di Batiqa Hotel, Kawasan Industri Jababeka II, Jl. Niaga Raya Blok CC No.3A, Cikarang Sel., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/3/23). Menurutnya, seorang Rieke Diah Pitaloka sangatlah cocok memimpin di Kabupaten Bekasi, pasalnya sebagai kawasan industri terbesar yang berasal dari 36 negara ada di Kabupaten Bekasi, sesuai dengan bidang yang ditanganinya selama ini sebagai anggota DPR RI. Lebih lanjut, Soleman mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten Bekasi belum bisa maksimal memanfaatkan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang ada untuk pembangunan di wilayah Kabupaten Bekasi. Untuk itu, Rieke Diah Pitaloka sudah merencanakan kons...

Tumpukan Sampah Yang Menimbulkan Bau Aroma Tidak Sedap di Kabupaten Bekasi

Matacameranews.blogspot.Com -  Pada hari ni Rabu ( 08/03/2023 ) tumpukan sampah memanjang hampir 2 km dialirkan Kali Bendungan Srengseng Hilir Kp.Kepuh perbatasan antara Desa Jayabakti Kecamatan Cabang Bungin dan Desa Sukaringin kecamatan Sukawangi. Sampah yang dihiasi oleh sterefoam, botol minuman plastik, kantong kresek juga karung terlihat begitu panjang dan menimbulkan pemandangan yang tidak enak dipandang mata, apa lagi dengan kondisi volume dan debit air yang turun, Aroma tak sedap pun sudah mulai tercium.  Bosin warga setempat pada awak media mengatakan sampah sudah hampir satu Minggu ini menumpuk, dan sudah tidak nyaman bagi warga sekitar dan yang melintas, selain sangat panjang, juga aroma yang ditimbulkan pun sudah tidak sedap dihirup. Terpisah, Ketua Harian KPA RANTING INDONESIA, Ahmad Ajat Amd yang akrab dipanggil Bang Oye saat ditemui awak media di lokasi mengatakan benar, ada penumpukan sampah yang memanjang dan sudah menimbulkan bau tak s...